Senin, 04 November 2013

CONTOH PENYUSUNAN RPP KURIKULUM SMK 2013

Format RPP Kurikulum 2013

Format RPP Kurikulum 2013, meliputi Format RPP SD, Format RPP SMP, Format RPP SMA, dan Format RPP SMK. Sesuai dengan komponen-komponenRPP sebagaimana tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, Format RPP Kurikulum 2013 tampak pada gambar di bawah ini.

Format RPP Kurikulum 2013 300x247 Format RPP Kurikulum 2013 Panduan Pengisian: Format RPP Kurikulum 2013

  1. Satuan pendidikan, diisi dengan NAMA SATUAN PENDIDIKAN
  2. Kelas/Semester, diisi oleh KELAS dan SEMESTER peserta didik
  3. Mata pelajaran, diisi oleh NAMA MATA PELAJARAN
  4. Topik, diisi oleh NAMA TOPIK dari materi pelajaran yang akan diajarkan
  5. Pertemuan ke, diisi oleh NOMOR URUT PERTEMUAN proses pembelajaran
  6. Alokasi, diisi oleh DURASI WAKTU jam pelajaran
  7. Kompetensi Dasar, diisi KOMPETENSI DASAR yang terdapat dalam silabus, sesuai dengan materi yang akan disampaikan.
  8. Indikator Pencapaian Kompetensi, dijabarkan dari Kompetensi Dasar. Indikator hanya mengandung satu Kata Kerja Operasional
  9. Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan Indikator. Satu indikator dapat dijabarkan menjadi lebih dari satu tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran terdiri atas 4 komponen, yaitu ABCD
  10. Materi ajar disusun berdasarkan rumusan Tujuan Pembelajaran
  11. Metode pembelajaran terdiri atas Pendekatan Pembelajaran, Model Pembelajaran, dan Metode Pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kurikulum 2013 adalah Pendekatan Saintifik.  Model pembelajaran dapat menggunakan Project Based Learning, Problem Based Learning, Discovery Learning. Metode pembelajaran dapat dipilih sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan, misalnya Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi, Simulasi, dan Demonstrasi.
  12. Kegiatan Pendahuluan berisi Orientasi, Apersepsi, Motivasi, dan Pemberian Acuan. Kegiatan Orientasi meliputi: Memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi, fenomena alam, fenomena sosial, atau lainnya. Kegiatan Apersepsi meliputi: Memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan. Dapat dilakukan dengan pre test, mengaitkan materi pelajaran dengan materi sebelumnya, atau dengan mengaitkan materi pelajaran secara kontekstual. Kegiatan motivasi meliputi: Memberikan gambaran manfaat mempelajari materi yang akan diajarkan. Kegiatan Pemberian acuan meliputi: Penyampaian tujuan pembejaran, Penyampaian kajian ilmu yang akan dipelajari, Penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar, Pembagian kelompok belajar, Penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran), Penjelasan mengenai penilaian, dan Penjelasan mengenai sumber belajar.
  13. Kegiatan inti terdiri atas lima langkah sesuai dengan pendekatan saintifik (scientific), yaitu:  Observing (mengamati), Questioning  (menanya), Associating  (menalar), Experimenting (mencoba), Networking (membentuk Jejaring/ mengkomunikasikan).
  14. Kegiatan pembelajaran terdiri atas 5 aktivitas, yaitu (1) menyimpulkan, (2) mengadakan refleksi, (3) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, (4) memberikan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas,  baik tugas individual maupun kelompok; dan (5) menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
  15. Penilaian proses dan hasil menggunakan penilaian autentik.
Referensi:
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Materi Sosialisasi Kurikulum 2013, dari Kemendikbud.

CONTOH RPP KENDARAAN RINGAN

Download RPP Teknik Kendaraan Ringan


Bagi rekan-rekan guru yang ingin memiliki contoh RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) untuk Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan kami menyediakan link untuk mendownload RPP tersebut.


Senin, 18 Februari 2013

MUROTTAL DAN TERJEMAHAN AL QURAN


http://archive.org/details/MurottalDanTerjemahanAlQuran-SyaikhMasyiriAlAfasi

CONTOH RENDERING METAL SEDERHANA

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi file cad (dwg) mengenai komposisi material library metal yang telah diterapkan pada objek 3d solid sederhana yang nantinya akan kita render bersama-sama.
Rekan-rekan bisa membuat objek 3d modeling seperti di samping atau jika menginginkan yang sudah jadi bisa di download contoh gambar autocad nya dari sini.

Untuk menambahkan material library autocad pertama-tama masukkan perintah RMAT kemudian cari material yang kita butuhkan.

Command: RMAT
MATBROWSEROPEN

Adapun komposisi material yang saya terapkan pada gambar diatas adalah sebagai berikut:
- Metal Joist - Steel (diterapkan pada kedua objek box)
- Wax - Black on Red Wood (diterapkan pada objek cylinder)
- Metal - Standing Seam copper Patina (diterapkan pada objek cylinder)
- Composite - Gray (diterapkan pada objek lantai/alas)

Untuk memudahkan pencarian pada material library bisa dengan mengetikkan nama material tadi di kotak pencarian.

Setelah anda mengaplikasikan material sesuai kebutuhan tahap berikutnya yaitu pembuatan lighting atau pencahayaan, ini sangat penting sekali karena selengkap apapun material yang digunakan tidak akan tampil maksimal jika lighting tidak diterapkan. Untuk hasil yang elegan, rekan-rekan bisa membuat 2 atau lebih kombinasi lighting dengan pengaturan shadow/bayangan tidak diaktifkan keseluruhan pada tiap-tiap objek cahaya.

Di file yang rekan-rekan download tadi pembuatan cahaya dan material telah saya masukkan tinggal di render saja, jika tampilan / pandangan dirasa belum sesuai bisa menggunakan camera dan tampilan persfektivenya di ON.

Selamat Merender...!!!!!

Notes :
Gunakan AutoCAD versi 2010 ke atas untuk membuka file dwg dari hasil download.

Senin, 21 Januari 2013

MEMBUAT NAMA LAYER GAMBAR DALAM AUTOCAD

Mungkin buat anda yang masih baru mengenal Autocad belum tahu manfaat besar sebuah nama layer di dalam CAD. Manfaat layer dalam sebuah design gambar sangatlah penting. Dengan adanya nama layer untuk tiap detail gambar akan lebih memudahkan dalam memilah dan memilih area gambar yang diinginkan dengan cara mematikan/menghidupkan layer. Ketika nama layer non aktif (off) maka gambar yang termasuk dalam layer tersebut akan tersembunyi sementara. Perlu di ingat bahwa ketika ada object gambar dalam layer yang non aktif dan ketika sebuah design gambar general (master) di geser/dimove, maka object gambar yang berada di layer yang non-aktif akan tertinggal sesuai posisi semula .

Disini perlu kita hati-hati dalam mengeser, mengcopy atau merotasi suatu object ketika sudah bermain dengan sebuah layer. Masih beruntung jika kita baru saja melakukan perintah perubahan satu kali dan belum sempat di save. Hal ini bisa di batalkan dengan perintah Undo ( Ctrl + Z ). Dengan begitu kesalahan - kesalahan yang terjadi karena kelalaian tersebut masih dapat di toleransi. Pemahaman nama layer bisa ambil suatu contoh dimana dalam sebuah detail gambar terdiri dari part object yang berbeda atau dengan ruang lingkup yang berbeda pula.  

Bisa di ambil contoh sebagai berikut :
Dalam sebuah gambar general piping ( kontruksi jalur pipa) terdiri dari pipa 2”, pipa 3”, reducer , Flange 2” dan Flange 3”. Dari data tersebut bisa langsung di siapkan sebuah nama layer sesuai nama item barang tersebut atau juga bisa mengunakan kode-kode tertentu yang menjelaskan object gambar tersebut.

Selanjutnya klik menu layer dan buatlah nama layer baru sebanyak jumlah data yang sudah tercatat. Kemudian ketiklah nama layer yang akan dibuat.



Pada dasarnya ketika kita sedang menggambar ,secara automatis layer sudah berada dalam posisi layer “0”. Jika mengaktifkan salah satu layer selain layer”0” , pembuatan bentuk garis atau kurva yang akan menjadi nama layer yang aktif. Untuk mengganti layer gambar dapat dilakukan dengan memilih object gambar terlebih dahulu ,kemudian buka menu layer lalu scrooling ke bawah dan klik nama layer yang dikehendaki. Kegunaan dari layer “ Defpoint” yaitu ketika suatu object gambar yang terpilih dimasukan pada layer defpoint ,ketika gambar kerja di cetak/diprint /Prewiew maka mengakibatkan garis-garis yang termasuk dalam layer defpoint hasil nya tidak ditampilkan ( di hiden ) . Jadi manfaat nya adalah menyembunyikan sementara garis/bentuk gambar yang kita kehendaki ( belum diperlukan ). Ketika ada beberapa nama layer yang sudah tidak terpakai cara untuk menghapusnya tidak bisa di hapus secara manual dengan perintah delete. Akan tetapi harus dilakukan dengan perintah Purge pada baris menu Command line.

Rabu, 09 Januari 2013

CARA MEMBUAT GARIS DAN BENTUK GAMBAR

Sebelumnya kita sudah belajar cara setting workspace untuk lembar kerja dalam menggambar di autocad. Nah, sekarang kita memasuki tahap berikutnya yaitu kita akan mencoba cara setting bentuk garis baik bentuk lurus atau bentuk lainnya, tahapan ini memang mutlak dan harus di siapkan terlebih dahulu karena akan dipakai untuk proses selanjutnya dalam  menggambar yang lebih komplek. Mungkin bagi orang awan yang baru mengenal autocad belum tahu trik merubah garis lurus menjadi garis putus-putus atau bentuk garis sumbu .

Dalam ilmu menggambar baik arsitektur ataupun mesin dipergunakan jenis garis yang berbeda-beda yang masing-masing mempunyai maksud dan tujuan penggunaannya sendiri. Jadi tidak dibenarkan jika kita asal -asalan membuat garis dalam  gambar kerja kita terutama untuk gambar standar ISO. Jenis garis itu sendiri dibedakan oleh gabungan bentuk dan tebal garis. Disini , sangat dianjurkan sekali bahwa antara bentuk  garis tebal dan tipisnya  harus dibedakan dengan perbandingan kurang lebih  1:0.5 . 

Macam bentuk garis dan kegunaanya dapat dilihat  dibawah ini.



No.1 --> Merupakan garis lurus tebal , digunakan  sebagai garis nyata gambar dan bisa juga digunakan sebagai garis tepi.

No.2 --> Merupakan garis lurus tipis , digunakan  sebagai garis imagener, garis ukur/dimensi , garis proyeksi/bantu, garis penunjuk, garis arsiran, garis sumbu pendek.

No.3 --> Merupakan garis  bebas bersambung , digunakan sebagai garis potongan sebagian atau menunjukan bagian yang dipotong.

No.4 --> Merupakan garis tipis bersambung dan zig-zag , kegunanaan sama dengan No.3

No.5 --> Merupakan garis putus-putus tebal , digunakan sebagain garis nyata tersembunyi , atau garis tepi tersembunyi.

No.6 --> Merupakan garis putus-putus tipis , kegunaan  sama dengan  No.5

No.7 --> Merupakan garis putus-putus dengan perubahan arah, digunakan sebagai garis potong.

No.8 --> Merupakan garis putus-putus ganda , digunakan sebagai garis system ,bagian yang berdampingan, batas-batas kedudukan benda yang bergerak.


Perlu diketahui bahwa dari pertama kita install autocad macam dan bentuk  garis yang dimunculkan di menu “Line type control”  masih sangat sedikit dan belum optimal jika  digunakan untuk gambar  yang menggunakan garis khusus . Tampilan default bentuk garis bias anda lihat dibawah ini.


Untuk menambah bentuk  garis dalam menu Line type control  langkahnya sebagai berikut :
-  Dari menu Line type control, anda scroll lalu pilihlah parameter “other”
 - Selanjutnya anda masuk ke kotak dialog Line Type manager
-  Pilih tombol  Load  ( No.1) lalu anda pilih dan klik garis putus-putus  (No.2) yang akan di masukan ke menu layer .



Nah, silahkan anda cek apakah garis yang anda pilih tadi sudah masuk ke menu layer. Cara diatas hanya berlaku untuk  satu kali pembentukan garis jadi untuk penambahan bentuk garis lainnya anda harus lakukan cara diatas .

Hasil dari cara diatas adalah sebagai berikut.


Untuk penggunaan garis dalam menu Line type control terkadang ketika sudah kita pilih dan di aplikasikan namun tidak ada efek dari bentuk garis yang diinginkan.

 Nah , cara mengaktifkanya cukup anda double klik  pada garis , circle atau rectang atau bentuk kurva lainnya , setela anda double klik  akan masuk kotak dialog propertis, lalu seting parameter linetype dengan scrolling ke bawah, pilihlah garis putus-putus, lalu setting pula  linetype scale  kemudian rubah paramater SCALENYA  menjadi 0,010 .  Hasilnya kurang lebih seperti dibawah ini.






Membuat Kop / Etiket di Layout secara Skalatis dan Center

Membuat Kop / Etiket di Layout secara Skalatis dan Center

Pada kolom bawah terdapat menu toolbar yaitu model dan layer, saya ingin membuat layer dengan memasukan viewport karena layernya saya gunakan untuk membuat kop gambar. Bagaimana step-step atau cara agar viewport bisa skalatis dan center. Terimakasih.

Pertanyaan dari : Dimas,  (Hp : 0856.7000xxxx)

Jawaban :
Terimakasih atas pertanyaan mas Dimas, mungkin yang dimaksud mas Dimas bukan Layer tapi Layout.
Untuk lebih jelasnya saya ilustrasikan dengan contoh gambar dwg yang saya buat. Mas Dimas / rekan-rekan bisa mendapatkan gambar cadnya di sini.

Buatlah terlebih dahulu sebuah projek gambar sesuai yang anda rencanakan atau rekan-rekan bisa membuka sample gambar yang telah didownload tadi, untuk ukuran bisa sembarang karena nantinya akan diskalakan pada layout. Namun alangkah baiknya pembuatan gambar pada model sudah direncanakan terlebih dahulu karena ini akan ikut menentukan skala berapa yang akan kita pakai nantinya.
Setelah proses pembuatan gambar selesai (pada model), cobalah buat sebuah kop gambar / Etiket sesuai jenis yang sesuai untuk ukuran kertas kemudian jadikanlah Blok, Pakai perintah B atau W untuk pembuatan Block, jangan lupa masukkan Attribute untuk keterangan yang berubah dan text biasa untuk keterangan permanen (non editing), atau rekan2 bisa mendownload Block etiketnya di sini.

Sekarang pindah ke jendela LAYOUT, kemudian berikan perintah Insert (I) dan masukkan file Etiket yang telah dibuat/didownload tadi.

Untuk detailnya seperti ini :

Command: i
INSERT
Specify insertion point or [Basepoint/Scale/X/Y/Z/Rotate]: 0,0 ( Berikan point 0,0 )
Enter attribute values
JDL1: RANGKAIAN
JDL2: KOMPARATOR IC
JDL3: MENJULANG
APRV: DIMAS
DRFT: ADI RIYADI
UK: A4

Dari tab Layout1 kemudian Click kanan - Page Setup Manager....
Dari kotak dialog Page Setup Manager - Click Modify, akan muncul kotak dialog Page setup. Silakan masukkan settingan page setup tersebut sesuai gambar di bawah dengan mengikuti oval warna merah.

Click for Resize Picture
Click tombol Window< kemudian pilih dua cakra titik sudut atas - bawah seperti gambar di bawah untuk penentuan areanya setelah itu pilih tombol preview, maka hasil preview seperti gambar di bawah ini :

Kemudian Click Ok.

Selanjutnya untuk memasukkan gambar model ke Layout yaitu dengan memberikan perintah MV, Ilustrasinya sebagai berikut :

Command: mv
MVIEW
Specify corner of viewport or [ON/OFF/Fit/Shadeplot/Lock/Object/Polygonal/Restore/LAyer/2/3/4] :
Specify opposite corner : (Click kedua tanda cakra merah gambar di bawah)

Secara otomatis gambar di model akan masuk ke dalam rectangle MV tadi, setelah itu Click atau pilih Rectangle MV tersebut kemudian dari Properties Panelnya isikan data seperti di bawah ini :

Setelah semua pengaturan diberikan gambar di Layout siap diPlot / Cetak langsung atau di konversi ke Pdf (dlm hal ini penulis mengkonversi ke File Pdf). Untuk melihat hasil Pdfnya bisa didownload di sini.

CEK PESERTA PPDB TAHAP 2 SMKN 1 PURWAKARTA TAHUN 2021

CEK HASIL PPDB SMKN 1 PURWAKARTA TAHUN 2021 https://docs.google.com/spreadsheets/d/1xBgXo3iPD2k9dgpjwd_fG0Pj6KHcn6pmK3aiKbaK2Hk/edit#gid=11...